Jakarta – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan defisit APBN yang melebar pada kuartal pertama 2026 merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat realisasi belanja negara sejak awal tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Dony dalam podcast @BukanKalengKalengID yang tayang pada Rabu (10/6/2026).
Menurut Dony, strategi tersebut dilakukan agar dampak ekonomi dari belanja pemerintah dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
“Defisit yang melebar pada kuartal pertama itu memang by design. Sebelumnya belanja pemerintah banyak dilakukan menjelang akhir tahun sehingga dampak ekonominya sangat pendek. Sekarang strateginya diubah agar multiplier effect terhadap perekonomian bisa berlangsung lebih lama,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah mengubah pola belanja negara yang sebelumnya banyak dilakukan menjelang akhir tahun.
Menurut Dony, percepatan belanja negara dilakukan agar dampak ekonomi dapat dirasakan lebih lama oleh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Dony juga menanggapi berbagai persepsi publik terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menegaskan bahwa program-program prioritas seperti MBG tidak berasal dari penambahan anggaran baru.
Menurutnya, program tersebut dijalankan melalui realokasi belanja yang dinilai kurang produktif.
Dony juga memastikan pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal dengan mematuhi batas maksimal defisit APBN sebesar tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Yang dilakukan pemerintah adalah mengoptimalkan penggunaan anggaran yang tersedia agar dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi bisa lebih besar dan lebih cepat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan berbagai program yang dijalankan pemerintah saat ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi nasional yang mencakup ketahanan pangan, ketahanan energi, dan penguatan sumber daya manusia.
Menurut Dony, transformasi ekonomi tersebut dirancang untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju pada 2045.
Ia juga menyampaikan bahwa proses transformasi yang sedang dijalankan pemerintah dapat menimbulkan berbagai respons di masyarakat, baik positif maupun negatif.
Namun demikian, Dony menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai proses transformasi yang sedang dijalankan pemerintah secara fundamental.
























