Penerbitan obligasi korporasi hingga Agustus 2026 anjlok 14,54% menjadi Rp 120,18 triliun akibat tingginya biaya pendanaan dan volatilitas pasar. Pefindo menilai emiten kini lebih selektif dalam mencari waktu yang tepat untuk menerbitkan surat utang di tengah ketidakpastian ekonomi.