Ketergantungan Finansial Orang Tua Mengubah Wajah Impian Amerika

Generasi muda AS kini bergantung finansial pada orang tua, menggeser konsep American Dream dan memicu perubahan strategi distribusi harta oleh orang tua di tengah tekanan ekonomi.

Ikhwan Setiawan

mimpi-amerika-bergeser:-kesuksesan-ditentukan-tebal-tipis-dompet-ortu
Mimpi Amerika Bergeser: Kesuksesan Ditentukan Tebal-Tipis Dompet Ortu

Jakarta – Ketergantungan finansial generasi muda Amerika Serikat terhadap orang tua kini menjadi penentu utama kesuksesan hidup di tengah sulitnya ekonomi.

Fenomena ini menggeser konsep tradisional “American Dream” yang dulunya mengandalkan kerja keras mandiri untuk mencapai kesejahteraan.

Data terbaru dari Federal Reserve (The Fed) mengungkapkan bahwa hampir separuh warga AS berusia 18 hingga 29 tahun terpaksa menerima bantuan keuangan dari keluarga selama setahun terakhir.

Bantuan tersebut mayoritas digunakan untuk menutupi kebutuhan pokok, mulai dari biaya tempat tinggal, transportasi, hingga tagihan kesehatan.

Tren ini diperparah dengan tingginya angka anak muda yang masih tinggal bersama orang tua, yakni mencapai 49 persen pada tahun ini.

Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan tahun 2022 yang berada di level 43 persen dan 37 persen pada 2019.

Penasihat kekayaan dari Small World Wealth Management, Nate Kinzinger, mengamati bahwa anak muda saat ini cenderung bergantung pada orang tua dalam durasi yang lebih lama.

Kinzinger menilai kondisi ini terjadi bukan hanya karena pendapatan yang minim, tetapi juga keengganan generasi muda untuk menyesuaikan gaya hidup demi penghematan.

“Saya jelas melihat anak-anak bergantung pada orang tua lebih lama,” ujar Kinzinger.

Ia menambahkan bahwa banyak dari mereka justru memilih meminta bantuan lebih banyak kepada orang tua daripada menekan pengeluaran pribadi.

Perubahan pola ini membuat para orang tua yang mapan secara finansial mulai mengubah strategi distribusi harta mereka.

Alih-alih menunggu warisan setelah meninggal, banyak orang tua kini memilih memberikan hibah langsung saat masih hidup agar anak-anak mereka bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi.

Managing Director Private Wealth Planning Wells Fargo, Emily Irwin, menyebut bahwa para orang tua merasa lebih puas ketika bisa melihat langsung dampak bantuan tersebut bagi kehidupan anak-anaknya.

“Mereka mengevaluasi kembali tujuan hidupnya. Para orang tua merasa lebih bahagia dan hidupnya lebih bermakna ketika bisa melihat langsung dampak dari bantuan yang diberikan,” ungkap Irwin.

Rekomendasi