Nilai tukar rupiah melemah akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia serta ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed. Sentimen global ini, ditambah tantangan ekonomi domestik, membuat mata uang Garuda tertekan dan diprediksi bergerak fluktuatif pekan depan.