iForte Grup Djarum Gelar Tender Offer Saham IBST Rp5.400

persen

Jakarta – PT iForte Solusi Infotek, entitas usaha di bawah naungan Grup Djarum, resmi memulai proses tender offer sukarela atau Voluntary Tender Offer (VTO) atas seluruh saham publik yang tersisa di PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST).

Langkah korporasi ini merupakan tindak lanjut strategis setelah para pemegang saham IBST memberikan restu atas rencana perusahaan untuk melakukan go private dan penghapusan pencatatan saham atau delisting dari Bursa Efek Indonesia.

Persetujuan tersebut secara resmi diperoleh dalam gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Rabu, 5 Juni 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Jumat, 3 Juli 2026, iForte menetapkan harga penawaran pembelian saham publik sebesar Rp 5.400 per lembar.

Total saham yang menjadi target dalam aksi korporasi ini berjumlah 650.832 lembar, yang merepresentasikan sekitar 0,05% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh IBST.

Corporate Secretary IBST, Suciratin, menyatakan bahwa eksekusi tender offer ini akan mengukuhkan posisi iForte sebagai pemegang saham tunggal perusahaan.

“Setelah pelaksanaan VTO, maka iForte akan memiliki saham secara langsung dalam IBST sebanyak 1.350.904.927 saham yang mewakili 100% jumlah seluruh saham perusahaan,” ujar Suciratin dalam keterangan resminya, Jumat, 3 Juli 2026.

Penerapan skema tender offer ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang berlaku, yakni POJK Nomor 45/2024 dan POJK Nomor 54/2015.

Selain aspek kepatuhan, aksi ini memberikan pintu keluar atau exit strategy bagi para pemegang saham publik untuk melikuidasi kepemilikan saham mereka sebelum perusahaan resmi menjadi entitas tertutup.

iForte telah memastikan ketersediaan dana yang memadai untuk memenuhi seluruh kewajiban pembayaran kepada pemegang saham publik yang berpartisipasi dalam program ini.

Proses pembayaran kepada pemegang saham yang telah memenuhi seluruh persyaratan administratif akan dilakukan maksimal 12 hari setelah periode penawaran berakhir.

Jadwal pembayaran tersebut direncanakan terealisasi paling lambat pada 14 Agustus 2026.

Seluruh transaksi pembayaran akan diselesaikan dalam mata uang Rupiah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam dokumen penawaran.

Keputusan untuk melakukan delisting ini menandai perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan IBST, yang kini sepenuhnya dikuasai oleh iForte.

Langkah ini juga menjadi bagian dari konsolidasi aset Grup Djarum di sektor infrastruktur telekomunikasi nasional.

Dengan penguasaan 100% saham, iForte memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan arah kebijakan operasional dan strategis perusahaan ke depan.

Pemegang saham publik yang berminat mengikuti penawaran ini diharapkan segera melengkapi dokumen administratif sebelum periode penawaran ditutup demi menjamin kelancaran proses transaksi.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar