Jakarta – Di tengah gemerlapnya performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun 2025, saham-saham perusahaan pembagi dividen tinggi justru tampak kurang bergairah. Indeks IDX High Dividend 20 mencatatkan penurunan tipis, berbanding terbalik dengan kenaikan signifikan yang diraih IHSG dan beberapa sektor lainnya.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IDX High Dividend 20 terkoreksi 0,19% sejak awal tahun hingga menjelang akhir Desember 2025.
Kondisi ini kontras dengan IHSG yang melesat 20,59% dalam periode yang sama. Bahkan, saham-saham lapis kedua yang tergabung dalam IDX SMC Liquid dan IDX SMC Composite masing-masing melonjak 16,31% dan 51,65%.
Analis pasar menilai penurunan IDX High Dividend 20 disebabkan oleh performa sejumlah saham konstituen yang mengecewakan. Saham-saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) mengalami penurunan harga yang signifikan.
Selain sektor perbankan, saham-saham komoditas seperti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) juga turut menekan kinerja indeks dividen tinggi ini.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusti, menjelaskan bahwa pelemahan saham-saham konstituen IDX High Dividend 20 disebabkan oleh fundamental perusahaan yang tidak sesuai ekspektasi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan penurunan imbal hasil dividen.
Head of Research PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menambahkan bahwa penurunan harga saham ADRO dan ITMG dipicu oleh siklus pelemahan harga batu bara, yang membuat investor khawatir akan penurunan *dividend per share*.
Meski demikian, Liza menilai tema dividen tetap menarik. Ia melihat potensi penguatan IDX High Dividend 20 di masa depan, terutama jika Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuannya. Kondisi ini diharapkan dapat mendorong kinerja saham-saham bank besar yang menjadi penopang indeks.
Di sisi lain, sektor teknologi menjadi bintang di pasar saham pada tahun 2025. Indeks IDXTECHNO mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 143,55%. Beberapa saham teknologi bahkan mengalami *multibagger*, dengan kenaikan harga berkali-kali lipat. Contohnya, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) melonjak 692,68% dan saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) melompat 443,47%.






















