New York – Bursa saham Amerika Serikat mencatatkan pemulihan signifikan pada perdagangan Rabu (22/7/2026) setelah sempat tertekan selama tiga sesi berturut-turut.
Sentimen positif pasar didorong oleh aksi beli pelaku pasar terhadap saham-saham sektor semikonduktor yang sebelumnya mengalami koreksi tajam.
Indeks Philadelphia Semiconductor (SOX) mencatatkan lonjakan sebesar 4,6% dalam dua hari perdagangan terakhir.
Pemulihan ini cukup krusial mengingat indeks tersebut sempat terperosok lebih dari 20% dari rekor puncaknya pada akhir Juni lalu.
Secara teknikal, penurunan tersebut sempat membawa sektor chip ke fase pasar bearish, meski secara akumulatif masih membukukan kenaikan 72% sepanjang tahun berjalan.
Saham-saham seperti Western Digital, SanDisk, dan Micron Technology menjadi motor penggerak dengan kenaikan harga antara 8,3% hingga 10,8%.
Kepala Strategi Teknikal LPL Financial, Adam Turnquist, menilai volatilitas di sektor semikonduktor masih akan berlanjut dalam waktu dekat.
“Kami memperkirakan volatilitas pada saham semikonduktor masih akan berlanjut seiring meredanya kondisi jenuh beli, munculnya aksi ambil untung, dan penyesuaian posisi investor yang terlalu padat,” ujarnya seperti dikutip dari LPL Financial.
Ia menambahkan bahwa secara fundamental, kondisi perusahaan-perusahaan chip tersebut sebenarnya tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Optimisme investor kini beralih pada laporan keuangan emiten teknologi besar, termasuk Alphabet dan Intel.
Hasil kinerja tersebut diprediksi akan menjadi penentu apakah reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) masih memiliki ruang untuk tumbuh.
Pasar saat ini tidak lagi sekadar memantau besarnya belanja modal, melainkan lebih fokus pada kualitas pengeluaran dan tingkat pengembalian investasi.
“Fokus berikutnya adalah tingkat pengembalian investasi dan kualitas pengeluaran, dan kami menilai hal tersebut akan semakin menjadi perhatian pada paruh kedua tahun ini,” ungkap Adam Turnquist.
Di sektor lain, indeks acuan S&P 500 mencatat kenaikan 0,78% ke level 7.501,39 yang dipimpin oleh sektor teknologi informasi dengan penguatan 2%.
Dow Jones Industrial Average juga menguat 0,69% ke posisi 52.197,37, sementara Nasdaq Composite melonjak 1,24% menjadi 25.824,93.
Selain isu korporasi, pelaku pasar tetap memantau dinamika geopolitik di Timur Tengah terkait gangguan jalur pelayaran energi di Laut Merah.
Meski harga minyak mentah Brent sempat menembus US$ 90 per barel, sinyal diplomasi antara Washington dan Teheran berhasil meredam kekhawatiran pasar yang lebih luas.
Ketidakpastian ekonomi global juga dipicu oleh kebijakan tarif impor baru yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Kebijakan tarif sebesar 50% untuk produk asal Kanada serta rencana tarif tambahan bagi puluhan negara lain menjadi sentimen yang membayangi pergerakan bursa.
Di lantai bursa, saham 3M mencatatkan kinerja impresif dengan kenaikan 9,2% pasca revisi naik proyeksi laba tahunan.
Sebaliknya, saham Danaher terkoreksi 13,7% akibat pemangkasan target pertumbuhan pendapatan inti perusahaan.






















